Our first team project
July 14, 2007 by elyasmine
Seneng sekali tanggal Sabtu, 8 Juli 2007, kelompok bedah gue tercinta berhasil melaksanakan project pertama kita yaitu sunatan massal!!
.
Menuju hari H, kita berempat cukup pontang-panting mempersiapkan project dadakan ini. Banyak hambatan terjadi..
.
Misalnya alat minor set yang udah kita sewa 15 set, tapi H-2 tiba2 dibatalkan dengan tidak hormat karena tu alat sebenarnya udah disewakan pada pihak lain. Dan kita cuma dapet jatah 5 set. Gilee.. untung nggak kita maki-maki tu anak yang bikin kesalahan. Masa pasiennya 40 anak, alatnya cuma 5? Bisa-bisa kelarnya minggu depan!!
.
Belum lagi pihak panitia menyatakan bahwa pasien bertambah jadi 70 orang. Padahal kita udah beli obat dan mensterilisasi sarung tangan yang diperkirakan untuk 40 meja, sekitar 120 pasang. Ditambah dengan alat yang cuma sedikit, kita berempat semakin stres. Masa pasiennya 70 anak, tapi sarung tangannya cuma buat 40 kali main??
.
Apalagi ada seorang konsulen yang dengan skeptisnya menanyakan keabsahan metode sterilisasi yang kita gunakan. Please dong, HIV dan Hepatitis B udah mati gitu lho dengan cara kita. Masa dia nyuruh kita pake autoklaf portable?? Hah?? Sing aya-aya wae..
.
Pas kita akhirnya mensterilisasi semua alat di OK (thanks to Mas LupaSopoJenenge yang sangat helpful dan rela memberi diskon lima ribu perak), pada saat itu satu lift IGD mati. Gapapa.. kita berempat masih semangat membawa alat2 naik lift satunya. 1 jam kemudian, di saat tinggal gue sendirian dan Pak Husin yang bertugas ngambil alat steril, eeehhhh tak dinyana satu-satunya lift harapan gue ikut ngadat. Jadilah kita berdua dengan setengah hati memilih naik tangga! (Cuma gue doang kayanya yang setengah hati, Pak Husin sih semangat 45! Gue pake istirahat2, dia mah jalan teruuusss!)
.
Belum lagi pas H-1, ada beberapa calon operator yang membatalkan diri.. Belum lagi Sudirman ditutup gara2 pemecahan rekor MURI. Thanks to Dikun yang pinter menebak2 jalan sehingga bisa juga kita nyampe ke Senopati. Wahyu yang naik motor bisa2nya jalan sambil ngobrol sama Dikun yang lagi nyetir mobil.. semua gara2 buta jalan!! Wahyu juga rela diklakson2 sama Kopaja di belakang, yang penting diskusi jalanan harus tetap berlangsung. (eh, lo denger klaksonnya kan Yu?? Hehehe)
.
Tapi senangnya semua berjalan lancar. Nggak ada masalah terjadi pas sirkum. Palingan beberapa orang rewel, yah wajar kali ya. Satu orang bokap pingsan pas nemenin anaknya, mm…wajar juga gak ya??
.
Kita juga dapet lunch box dan bingkisan berisi makanan dan minuman. Jadi berasa abis ikut pesta ultah anak SD. Dan akhirnya kita foto2 deh sama yang punya hajatan, orang2 dari Extravaganza.
.
Yang lebih heroik lagi (berlebihan lo, Min!), kunjungan post-op cuma dilakukan oleh kita berempat. Emang kita perempuan-perempuan perkasa!! Pasien jerit2? Gak masalah. Kassa terlalu lengket dengan luka operasi? Gak masalah. Pasien perdarahan karena krusta terangkat? Gak masalah. Pasien perdarahan hilang timbul sampe sekitar 30 menit? Gak masalah juga!!! Gilaaa.. kita emang jagoan semua ya hihihihi.. Cinta banget gue sama penemu metode balut tekan. Gue juga mau bikin ah metode balut cubit, it really worked!!!
.
Yang lebih nggak terlupakan di project ini adalah hal pribadi yang cuma kita berempat yang tau. Oh God, thank you very much! It was such a blessing! Ayo kita daftar HIPERKES sekarang juga! Hehehehhe.. Girls, I’m looking forward to our next project!
H-5, Dinda: “Len, gimana lo bisa gak? ambil gak niy projectnya?”. “Kalo kata gw siy ambil aja”. “Len,dah gw iya-in, kita bisa kan???” ….”tenang aja,Din”… (actually it was also my first sirkum project). Langsung malam itu juga telpon sana-sini, cari dokter, cari set sirkum & perlap laennya, cari orang, data barang2 yang mau dibeli… Berbagai tantangan dateng satu persatu bisa diatasi untungnya.. Memang qita kelompok X bukan wanita biasa..
Let’s go Girls, find out other projects…
Btw, semoga ujian qita dimudahkan dan dapet hasil yang memuaskan..
Amin len amiiiinnn…hehehhe seneng banget baca blog lo min. Ternyata hari ini gue makin yakin kalo kita bener2 cewe perkasa…buktinya rambo di bedah tumor pun bisa kita libaaasss!!!! hanya dengan rimple2 di dahi kita dan muka belaga apatis.
Bahkan, fellow pun bisa setengah salting pura2 kena TBC ngliat kelakuan kita yang agak2 menyeramkan. hehehhee
Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Jangan terlalu senang sama penemuan balut tekan min, balut cubit dengan sedikit gertakan “ntar kalo nangis darahnya ga brenti!” kayanya lebih membanggakan…hihihihihih ;p
Beneran nih kita mesti baca buku Onko, biar tu fellow gak macem2 lagi ke kita!! Huuhh!!
Eh hebat juga si Rambo Onkologi bisa kita taklukkan. Gak tanggung-tanggung, pada hari pertama!