Teguran lagi
September 14, 2008 by elyasmine
Memasuki bulan ke-7 di tempat kerja gue, dengan sukses gue mendapat teguran dari suster lagi. Masalahnya sama, si mas.
.
Katanya orang2 sini gak enak ngeliat si mas lama2 di rumah gue pada saat jam kerja (baca: jam 7-jam 14). Bahasa kasarnya, pada jam kerja mestinyalah gue bekerja dan bukan pacaran.
.
Entah kenapa gue nggak terlalu kesel mendengar itu. Entah kenapa gue bisa bereaksi senyum sama suster instead of berusaha melawan statement yang nggak masuk akal itu.
.
Logikanya, dari pagi sampe jam 12-an, kerja gue emang gak terlalu banyak. Karena ada dr Herli yang stand by di poliklinik. Gue hanya dipanggil klo tiba2 ada kasus emergency di UGD atau dr Herli minta gue melakukan minor surgery, atau dr Herli minta gue bacain ECG pasiennya, intinya… gue jadi orang kedua. Mereka yang bisa ngomong bhw di jam kerja gue mlh di rumah sama Mas Ressa pastinya orang bodoh yang nggak tau jam kerja dan cara kerja gue. Pastinya mereka gak tau bahwa gue bekerja on call artinya berdasarkan panggilan. Pastinya juga mereka gak tau bhw gue mulai sering dipanggil setelah dr Herli pulang, jam 12. Dan pastinya mereka juga gak tau bahwa mereka itu tertidur lelap di saat gue on call tengah malem. Nggak ada habisnya ngomongin orang2 itu dan pikiran bodoh mereka. Dan entah kenapa, suster pun mendengarkan omongan itu. Seharusnya mereka dieducate dong, bhw jam kerja gue memang begini. Dan bahwa gue bukan anak asrama yang sekarang nggak boleh menerima tamu di asrama kecuali sabtu dan minggu; yang harus lapor suster setiap mereka mau ke luar asrama walaupun hanya untuk beli pembalut di warung; yang setiap mau pergi harus nulis di buku pergi dan merinci mereka mau pergi ke mana, sama siapa, pulang jam berapa, dan kalo udah pulang pun msti lapor suster lagi. Mereka harus tahu bahwa gue bukan anak asrama dan gue MENOLAK diperlakukan sama dengan anak asrama. Gue menghormati peraturan biara, tapi gue tegas menolak aturan2 asrama yang menurut gue gak jauh beda sama peraturan penjara dan merupakan pembodohan anak2 asrama. Gue gak tau apa anak asrama sedemikian binal sehingga dikasih peraturan yg amat mengekang, atau emg susternya aja yang demikian ketakutan sama pergaulan masa kini.
.
Gue cuma senyum aja mendengar suster mengajukan protes masalah si Mas. Sama sekali gue nggak melontarkan pembenaran untuk diri gue atau berusaha menegaskan bahwa gue bukan anak asrama. Suster sendiri bilang bhw dia mengerti bhw keberadaan si mas di rumah gue sama sekali nggak mengganggu pekerjaan gue, bahwa gue tetap dengan cepat datang saat gue dipanggil, tapi memang bukan pekerjaan gue yang dipermasalahkan… masalah ada pada omongan orang2 di sini.
.
Gue hanya tersenyum ketika suster bilang orang2 sini tidak bisa disamakan dengan Jakarta, bahwa di sini adalah daerah dusun yang orang2nya saling peduli dan gak cuek2 kaya di kota besar. Gue cuma tersenyum karena setidaknya di teguran kedua ini, suster2 udah sadar bahwa pikiran orang2 itu adalah pikiran bodoh dan tidak masuk akal (toh suster mengakui bhw pekerjaan gue sebagai dokter tidak terganggu oleh kehadiran mas)… dan yang lebih membuat gue tersenyum adalah kenyataan bahwa suster mengikuti pikiran2 orang bodoh itu semakin membuktikan bahwa suster2 itu sendiri adalah orang2 yang LEBIH bodoh dan tidak masuk akal.
.
Menanggapi ini, nyokap gue bilang bhw menurut kakak gue, sebaiknya gue kontrak aja rumah di luar RS. Setidaknya gue punya kebebasan untuk menjadi diri gue dan nggak mesti unggah ungguh gak kepuguhan sama suster. Tapi menurut gue itu bukan jawaban. Menurut nyokap gue, sebaiknya gue tetap bertahan di rumah ini dan tetap berlaku sopan sama suster2. Well, I’m doing it all this time, mom. Tentang ramah tamah dengan suster, tentu udah gue kurangi krn sejujurnya gue muak melihat mereka. Mereka dan kerudungnya yang menurut gue semakin menegaskan kehipokritan mereka. Dan akhirnya nyokap gue tanya, kapankah kontrak gue berakhir? Tenang bu, kontrak berakhir bulan Feb. Awal Maret, gue pasti sudah ada di Jakarta dan menikmati hidup!
.
Gue pun jadi kaku untuk berinteraksi dengan anak asrama karena gue gak tau siapa sebenarnya yang merasa iri dengan gue dan kebebasan yang gue punya. Gue males berinteraksi dengan mereka yang senyum2 di depan gue tapi menikam dari belakang.
.
Kynya teguran dari suster dateng dalam siklus 3 bulanan. Well itu artinya masih ada 2 siklus lagi yang harus gue jalani, dan apa itu artinya gue akan dapet 2 teguran lagi? Wihiii…. entah kenapa gue menikmati status gue sebagai anak nakal dan pembangkang di sini.
.
Satu hal yang gue pelajari di sini, gue belajar menikmati hari2 gue. Gue belajar melihat ke depan saat gue udah di Jakarta, pastinya gue akan rindu dengan hari2 gue di sini, hari2 yang gue spend dengan orang2 hipokrit dan mau menang sendiri, hari2 yang bisa gue spend sama2 si mas. Kapan lagi slip gaji gue dibuat salah2 kalo nggak di sini? Kerja di RS2 di Jakarta, tentunya gue akan diperlakukan jauh lebih profesional. Yah hidup itu ada masa enak dan masa nggak enak. Tentunya di masa2 enak, kita bakal merindukan struggling di masa nggak enak. So, I’m trying to enjoy my time here, sebelum akhirnya balik ke Jakarta dan menemukan tantangan lainnya.
Yang paling penting, kerjaan lu On Call!!!!! gw suka kata2 itu!!! hu9! pasti pikiran ami ma gw sama kalo baca statement itu…..hu8!
iiiihhhh… syapeee coba ni orang bawa2 nama gw!! pasti si manusia ambigu deh..
heh, gw sih ngerti artinya kerjaan dia on call, ga kaya eluu..
tp min, baca email lo mah, tanggapan awal gw : “min, kontrak lu sampe kapan sih??!!!” hahahaha…
udah, sabar aja… lagi bulan puasa, byk cobaan. loh loh.. tp kalian kan pd ga puasa ya?? hihihihihi…..
min lo sungguh wanita amazon.
Wah, ternyata repot juga hidup lo sama suster2 ya, Min. Pasrahin ajalah. Jangan macam2 sama mempelai Tuhan. Hehehe. Asrama gua di sini malah kagak saling mengenal satu sama lain, gua mau bawa cewe nginep juga gak ada yang peduli (not that I mean it
Itulah Mi, setan diiket kan pas bulan puasa? Nah, berhubung di sini gak puasa, maka setan2 tetep bebas berkeliaran! Kampreettt! Setan berkerudung, blom pernah liat kan lo?? Hehehe…
Pik, pik, lo puasa gak sih? Masa baca kata ‘on call’ aja lo udah ‘menggila’ huehehe..
Pi, fyi, gue gak tinggal di amazon. Lo tau gak sih gue ada di maneeee??!!! Gak perhatian lo!
Fer, serius lo bawa cewe ga ada yg peduli? MKsd lo, lo mau bawa gue kan? Qiqiqiqiii…akyu mauuuwww.. Mendingan bebas fer daripada dikekang ky di sini!
wah, friendster pake wpmu. enak nih ngasih komentarnya….
@ferry, gw kos tempat lo dah :muka ungu bertanduk:
cinta… aku jadi pengen tinggal d asrama itu. ha5. ih lucu bgt… dangdut bin norak; pacaran musti sembunyi2, hi5. asiiiiiik kali.
btw… yg tentang kerjaan ON CALL… he5… konotasi bisa lain2 tuh… mau dong on call…
ha5
piss yow…
salam sayang buat mas ressa
ups…
buat susternya ding…
Hohohoho…. minnnnn….. kerennya dikau.. hahahahaha….
Sulitnya menghadapi orang yang “bersih” di luar.. tapi nikam dari belakang…
Cayo Min…. moga2 sanggup bertahan di sana yaaa…..